Melukat

Melukat

Masyarakat Bali yang beragama Hindu memiliki kepercayaan dalam menciptakan hubungan antara manusia dengan Maha Pencipta terdapat banyak cara dalam menghaturkan rasa bakti dan syukur atas kemurahan rejeki yang diberikan salah satunya adalah melukat. Melukat berasal dari kata “sulukat”Su artinya baik dan lukat bermakna kesucian, sehingga sulukat atau melukat berarti menyucikan diri untuk memperoleh kebaikan.Upacara melukat menggunakan media air untuk membersihkan diri.

Air dianggap sebagai anugerah yang diberikan oleh Maha Pencipta yang dianggap mampu untuk membersihkan diri dan pikiran serta meminimalisir hal hal buruk. Melukat juga dipercaya dapat menghilangkan pengaruh kotor atau mala yang dapat sebagai penghalang dalam diri manusia. Ritual melukat dilakukan disumber mata air yang dipercaya memiliki kemurnian dan kesucian seperti yang terdapat di Pura Tirta Empul yang terletak didesa Manukaya, kecamatan Tampak Siring , Kabupaten Gianyar.

Pura Tirta Empul terdiri dari Jaba Pura, Jaba Tengah dan Jeroan. Di Jaba Tengah terdapat sebuah kolam yang terdiri dari 33 pancuran, pancuran tersebut mempunyai nama sesuai dengan khasiatnya. Untuk pebersihan terdiri dari 14 pancuran, untuk pelebur kutukan dan sumpah terdiri dari 2 pancuran, untuk tirta upacara terdiri dari 6 pancuran. Wisatawan atau pengunjung wajib mematuhi aturan yang ditetapkan oleh pihak pura dan desa adat.

Peraturan yang wajib dipatuhi yaitu memakai kamen yang diikatkan dipinggang.Bagi pengunjung wanita yang sedang datang bulan dilarang melukat dan masuk ke area pura. Biasanya melukat dipimpin oleh pemuka agama dengan menghaturkan sarana canang sari. Seseorang yang telah melakukan upacara melukat mempunyai kepercayaan bahwa mampu memberikan keseimbangan dalam dirinya sendiri dan sebagai  harapan memperoleh berkah dari Sang Pencipta.

Tuangkan Komentar Anda
Gunakan kode HTML berikut untuk format text: <a><br><strong><b><em><i><blockquote><code><ul><ol><li><del>
CAPTCHA Image
Reload Image
Berita Terkait